Jumat, 15 Agustus 2008

Merdeka Atau Mimpi

Dirgahayu RI ke 63
semoga jaya selalu..
Semoga kami dapat merasakan kemerdekaan yang kalian rasakan,;kemerdekaan yang dipenuhi dengan para penjilat yang menjilati darah negeri ini sampai ke nadi-nadi kami.
akankah kami merdeka dengan hidup diantara para penjilat ini...?
kami makan dari sisa uang yang mereka gelapkan.
kami hidup dengan beratapkan langit yang telah terkotori dengan tangan- tangan keras mereka yang selalu siap merebut jiwa kami,..
kami hidup dari subsidi yang sengaja diberikan agar kami termiskinkan selamanya.
kami belajar dibawah reruntuhan bangunan yang siap menimpa kami dengan perlahan- lahan,
kami bekerja dengan segala pembodohan yang memaksa kami jadi buruh kasar tanpa jasa.,

kami hanya mampu bermimpi,.
kapankah kami akan merdeka seperti kemerdekaan yang dirasakan sebagian rakyat negeri ini,..


From

president of republic
Proletarian


Ladoraca Cz.

Senin, 11 Agustus 2008

Omong Kosong Cinta

Batam 07 Juli 08


Ketika suara cinta dilantunkan maka yang hanya bisa didapati hanya sebuah ungkapan kebohongan yang bertopengkan dengan sebuah kejujuran yang tidak pernah tahu dari mana kata itu terucapkan. Mungkin ini hanya sekedar streotip gaya baru yang sudah mulai mewabah di era mondernitas ini. Seperti apa yang telah terlontar dari kata seorang remaja yang saya temui waktu lalu dikampus, dengan lantangnya dia mengatakan “ hari gini masih Cinta,....” ngga lagi ..”. Hal ini seperti membuktikan bahwasannya tak ada lagi ungkapan perasaan yang murni betul- betul dari sebuah hati yang tulus. Apa karena dah makin banyak kekecawaan dari Cinta yang telah mereka lalui. Bahkan terkadang saya berpikir sejauh itu paradigma pergeseran dalam sebuah cinta. Mengingat tentang hal ini terlintas dipikiran saya “ bahwasannya siapa yang tidak mencinta yang dibumi maka yang dilangit pun tidak akan mencintainya,..”. bagaimana mungkin kita bisa memahami Cinta Ilahi yang Maha Luas sementara tetesan cintanya yang setitik di hati kita telah kita ingkari....
Wallahu a’lam bissawab......

Ketika sebuah hati telah didustakan apakah itu masih bisa disebut cinta,sementara hatimu telah kau ingkari,..?
Bagaimana mungkin aku kan membencimu sementara cinta ku masih melekat didalam hatiku...
Setiap aku melangkah maka yang ada hanya dirimu,...

To be continued,....

Rabu, 09 Januari 2008

Setan Gaul Ditengah Manusia Modern

Siapa yang ga kenal ma kawan kita yang satu ini. Setan, iblis, ataupun nama yang paling gaul disebut Ibliswati. rupanya dengan makin modernnya manusia maka makin modern juga beliau mempengaruhi manusia.ternyata mereka hidup disela-sela manusia-manusia modern yang menafikan keberadaanya. Iya..ketika anda bertanya kepada segilintir orang disekitar anda tentang mereka ( setan, Iblis......Selengkapnya...

Wifi SOHO Installation

Berbicara mengenai Wireleess Fidely atau yang disingkat dengan Wifi bukanlah hal yang baru dan tentunya sudah banyak referensi dan pengetahuan tentang hal ini.tapi ga da salahnya klo kita bahas sedikit tentang jaringan Wifi untuk kantor atau rumahan hanya membutuhkan beberapa klien dan perangkat seperlunya. sehingga tentunya akan mengurangi biaya tambahan dan lebih pastinya gak Gaptek banget. Selengkapnya....

Rabu, 05 Desember 2007

Renungan Hati Bag JIwa Yang Hampa

Ketika puncak prestasi bersemayam dalam diri kita, seketika itu pula berbagai pujian bertengger di kedua telinga. Tanpa ragu pujian tersebut merambat pelan tapi pasti memasuki ruang-ruang relung hati, membelai mesra titik sanubari. Senyum sumringah merekah dipipi yang memancarkan pesona kebahagiaan.
Terima kasih, kalimat yang terlontar tuk membalas berbagai sanjungan yang terkadang tidak jelas latar belakangnya. Apakah betul kagum atas prestasi yang kita torehkan dalam sejarah hidup, atau sekedar basa basi belaka? Ada pula apresiasi histeria datang menghampiri yang di dasari oleh sifat kemunafikan. Hal ini bisa saja menjadi wajar kita terima, dengan alasan apakah ketika kita menjadi berarti bagi seseorang bukan dengan maksud dan tujuan tertentu? Apakah dalam membantu, kita tidak mengharapkan kata terima kasih? Bukan hanya dalam hubungan horizontal antara hamba, tetapi baik dalam hubungan vertikal antara dirinya dengan Pencipta sering terjadi kemunafikan.
Dua kalimat syahadat bagi umat Islam menjadi landasan utama dalam ikrar ketuhanan kepada Allah SWT, konsep tritunggal menjadi landasan ketuhanan umat Nasrani. Akan tetapi dalam realita kehidupan berketuhanan keduanya hanya menjadi satu hal yang menjadi formalitas belaka. Sebagai manusia yang meyakini adanya Tuhan, tentu menempatkan dirinya dalam posisi sebagai hamba, wujud nyata atas kebesaran Tuhannya. Akan tetapi setelah mengakui sendiri bahwa dirinya hanya merupakan hamba Tuhan, yang tidak mungkin ada ketika tidak ada yang mengadakan. Dan hal ini merupakan satu bentuk akan keterbatasan diri dalam berbagai aspek, namun setiap melakukan perintah dari Penciptanya seketika itu pula dalam hati terbersit kata “PAHALA”
Tuhan memang menjanjikan hakikat kebahagian bagi setiap hambanya ketika mampu melakukan fitrahnya sebagai hamba. Mengharapkan pahala memang tidak salah, itu merupakan bagian dari hak-hak kita setelah melaksanakan kewajiban. Bekerja kepada seseorang tentu mengharapkan imbalan, karena kita membutuhkan biaya hidup. Ini terjadi dalam hubungan horizontal, apakah metode ini tetap kita pakai dalam hubungan vertikal?
Kesempatan yang kita alami saat ini, ketika mata kita melihat aksara demi aksara diatas kertas ini dan gerakan lidah yang menimbulkan suara sehingga menyusun kata demi kata dalam bentuk kalimat dapat dialami setiap insan-insan yang terkadang melupakan asalnya. Bukankah merupakan anugerah indah dari Sang Khalik? Apakah kita masih membutuhkan kenikmatan lain? Atau kita tidak akan pernah merasa puas dalam hal seperti ini?
Mengapa devinisi kebahagiaan setiap manusia terkadang berbeda? Bukankah kita berasal dari satu sumber? Atau jangan sampai kita yang memaksakan perbedaan itu sendiri? Dengan alasan gengsi yang dikemas sedemikian rupa dalam bentuk strata sosial. Antara bangsawan dan rakyat jelata, kaya dan miskin sampai pemerintah dan masyarakat biasa.
Strata sosial demikian kah, yang menjadi kebahagiaan kita dan dapat mengangkat harkat martabat kita? Apakah kita telah melupakan atau memang tidak menghayati “PADI” makanan pokok masyarakat timur? Makin berisi makin merunduk. Berjuta manusia membutuhkannya tetapi tetap TAWADDHU rendah diri. Apakah air dari sumur kemanusiaan yang berada dalam padang jiwa telah kering?
Menuntut Tuhan untuk membalas segala kewajibannya, tanpa menyadari bahwa segala yang ada pada dirinya bukan merupakan hak milik sepenuhnya. Mari kita renungkan bersama!!! Apa yang harus kita tuntut dari Tuhan? Apakah kita memiliki sesuatu hal yang kita pinjamkan kepada Tuhan? Kalau tidak ada, bukankah kita manusia dengan karakter Ambisius bin Munafik? De’gaga siri’na, tidak ada malunya menurut orang bugis.
Melaksanakan kewajiban dengan mengharapkan nikmat surgawi adalah, merupakan penyembahan pedagang. Karena selalu mengharapkan keuntungan dari usahanya. Menunaikan segala perintah Tuhan karena takut akan azab-Nya adalah, merupakan penyembahan seorang budak. Hal ini disebabkan karena ada perasaan takut kepada tuannya. Menyadari akan ketidakmampuan dirinya selain izin Tuhan sehingga melakukan penyembahan dengan ikhlas serta merasa butuh akan kedekatan dirinya dengan Pencipta merupakan penyembahan kekasih Tuhan. Na issengngi siri’na, mengetahui akan penempatan dirinya.
Apakah kita ingin dipuji dengan landasan kemunafikan?

By : ANDY BENDO

Jumat, 14 September 2007

Marhaban Ya....... Ramadhan

Assl......

Ramadhan Adalah bualn yang selalu dinanti-nantikan bagi seluruh umat Islam.karena
pada bulan itu terdapat begitu banyak limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya.Tapi apaka setiap
orang yang melaksanakan Puasa dibulan Ramadhan akan mendaptkan limpahan itu. Pertanyaan ini,
mungkin dapat dikembalikan lagi kepada individu masing-masing.Sejauh mana peencapain yang diperoleh
pada saat melaksanakan ibadah puasa tersebut.Karena hal ini tidak luput dari sejauhmana dia mampu menghadapi cobaan yang didapat pada pelaksanaan ibadah tersebut.
Bagi sebagian orang puasa merupakan Ritual keagamaan yang mana pelaksanaannya hanya sekedar untuk memnuhi perintah dari agama,tanpa menyelami apa arti sesungguhnya dari berpuasa tersebut.pemahaman ini tentunya harus diluruskan agar tidak terjadi yang namanya asal dikerjakan dapat pahala, Idul Fitri,beli baju baru and selesai.tanpa adanya sebuah reinstropeksi diri terhadap apa yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya.Tentun kita sangat mengharapkan agar pada Ramadhan Tahun ini kita betul-betul mendapatkan Hikmah yang lebih dari pelaksanaan Puasa ini.Sebab puasa yang sesungguhnya bukan melawan setan yang ada disekeliling kita,tapi melawan setan yang ada didalam hati kita,....

Semoga apa yang kita lakukan didalam Bulan Suci Ramadhan ini Dapat menjadi Limpahan Rahmat Dan Rahim-NYA bagi kita semua......
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa...

Wassalam

Selasa, 03 Juli 2007

Keharuman Cinta

KISAH TIGA ORANG BERJANGGUT
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata, " Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, " Apakah suamimu sudah pulang ? " Wanita itu menjawab, " Belum, dia sedang keluar. " Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali ", kata pria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, " Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam ". " Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama ", kata pria itu hampir bersamaan. " Lho, kenapa ?" tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seorang pria itu berkata, " Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, " Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu ?" Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminyapun merasa heran. " Ohho ... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan." Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, " Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen kebun kita." Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. " Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam ? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta." Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. " Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali keluar, dan bertanya kepada 3 pria itu. " Siapa diantara Anda yang bernama Cinta ? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini." Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho .. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan " Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga ?"
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. " Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemanapun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta."
" Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."**
**Nursyifa.Net**

Filsafat Rasulullah

Seorang muslim yang sejati adalah apabila ia telah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai idola dalam hidupnya. Kita ikuti sikap dan tindak-tanduknya, demikian pula filsafat hidupnya harus diteladani.
Bagaimana filsafat hidup Rasulullah? Filsafat hidup adalah hal yang abstrak, yakni bagaimana seseorang memandang suatu persoalan hidup, cara memecahkan atau menyelesaikannya. Ada beberapa filsafat hidup yang dianut oleh manusia:
1. Pertama : Dalam hidup ini yang penting perut kenyang dan badan sehat.
2. Kedua : Dalam hidup ini mengikuti ke mana arah angin berhembus, angin berhembus ke Timur, ikut ke Timur, angin berhembus ke Barat, ikut ke Barat, suapaya selamat dan mendapatkan apa yang diinginkan.
3. Ketiga : Dalam hidup ini yang penting “GUE SENENG” masa bodoh dengan urusan orang lain.
4. Keempat : Dalam hidup ini harus baik di dunia dan baik di akhirat.
Sebagai muslim sudah selayaknya kita berfilsafat sebagaimana filsafat hidup Rasulullah SAW.

Filsafat hidup Rasulullah adalah sebagai berikut :
1. Pertama : Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat. “Wahai Rasulullah, bagaimana kriteria orang yang baik itu? Rasulullah menjawab:
Yang artinya: “Sebaik-baiknya manusia ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain”.
Jika ia seorang hartawan, hartanya tidak dinikmati sendiri, tapi dinikmati pula oleh tetangga, sanak famili dan juga didermakan untuk kepentingan masyarakat dan agama. Inilah ciri-ciri orang yang baik. Jika berilmu, ilmunya dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak. Jika berpangkat, dijadikannya sebagai tempat bernaung orang-orang disekitarnya dan jika tanda tangannya berharga maka digunakan untuk kepentingan masyarakat dan agama, tidak hanya mementingkan diri dan golongannya sendiri.
Pokoknya segala kemampuan/potensi hidupnya dapat dinikmati orang lain, dengan kata lain orang baik adalah orang yang dapat memfungsikan dirinya ditengah-tengah masyarakat dan bermanfaat.
Sebaliknya kalau ada orang yang tidak bisa memberi manfaat untuk orang lain atau masyarakat sekitarnya bahkan segala kenikmatan hanya dinikmatinya sendiri, berarti orang itu jelek. Adanya orang seperti itu tidak merubah keadaan dan perginyapun tidak merugikan masyarakat.
Jadi filsafat hidup Rasulullah SAW menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita sebagai manusia untuk memegang filsafat hidup. Orang yang hanya menanam rumput untuk makanan ternak ia akan mendapatkan rumput tapi padinya tidak dapat, sebaliknya orang yang menanam padi, ia akan mendapatkan padi dan sekaligus mendapatkan rumput, karena rumput tanpa ditanam akan tumbuh sendiri. Begitu juga dengan kita yang hidup ini, kalau niat dan motivasinya sekedar mencari rumput (uang) iapun akan memperolehnya, tetapi tidak dapat padinya atau tidak akan memperoleh nilai ibadah dari seluruh pekerjaannya.
Oleh karena itu dalam menjalankan kehidupan, niatkan untuk ibadah dengan suatu keyakinan bahwa pekerjaan dan tempat kerja kita, kita yakini sebagai tempat mengabdi kepada Nusa, Bangsa dan Negara, dan sebagai upaya menghambakan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian maka setiap hendak berangkat ke tempat bekerja berniatlah beribadah, Insya Allah seluruh pekerjaan kita akan bernilai ibadah, dan mendapatkan pahala.
Alangkah ruginya orang yang hidup ini niatnya hanya mencari “rumput” walau hal itu penting, tetapi kalau niatnya hanya itu saja, orang tersebut termasuk orang yang rugi, karena ia tidak akan mendapatkan nilai ibadah dari pekerjaannya.
Yang namanya ibadah bukan hanya shalat, zakat, puasa atau membaca Al-Qur’an saja, tetapi bekerja, mengabdi kepada masyarakat, Negara dan Bangsa dengan niat Lillahi Ta’ala ataupun ibadah. Hal ini penting untuk diketahui, karena ada yang berfilsafat: Kalau ada duitnya baru mau kerja, kalau tidak ada duitnya malas bekerja.

2. Kedua : Rasul pernah ditanya, wahai Rasulullah! Orang yang paling baik itu yang bagaimana? Rasul menjawab :
Yang artinya : “Sebaik-baiknya diantara kamu ialah orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya”.
Sudah barang tentu orang yang semacamn ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebaliknya kalau ada orang yang amalnya baik tapi umurnya pendek masyarakat akan merasa kehilangan. Rasulullah juga mengatakan,”Seburuk-buruknya manusia yaitu mereka yang panjang umurnya tapi jelek perbuatannya”.
Jadi sebenarnya kalau ada orang semacam itu mendingan umurnya pendek saja, supaya masyarakat sekitarnya tidak banyak menderita dan agar ia tidak terlalu berat tanggung jawabnya di hadapan Allah. Orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya itulah orang yang baik.
Permasalahannya sekarang bagaimana agar kita mendapat umur yang panjang. Sementara orang ragu, bukankah Allah telah menentukan umur seseorang sebelum lahir? Pernyataan ini memang benar, tapi jangan lupa Allah adalah Maha Kuasa menentukan umur yang dikehendaki-Nya.
Adapun resep agar umur panjang sebagaimana resep Rasulullah :
Secara lahiriyah, kita semua sependapat untuk hidup sehat, harus hidup teratur, makan yang bergizi serta menjaga kondisi dengan berolahraga yang teratur.
Secara spiritual orang yang ini panjang umur ada dua resepnya:
1. Pertama : Suka bersedekah yakni melepaskan sebahagian hartanya di jalan Allah untuk kepentingan masyarakat, anak yatim, fakir miskin maupun untuk kepentingan agama. Dengan kata lain orang yang kikir atau bakhil sangat mungkin umurnya pendek.
2. Kedua : Suka silahturahmi, Silah berarti hubungan dan rahmi berati kasih sayang, jadi suka mengakrabkan hubungan kasih sayang dengan sesama, saling kunjung atau dengan saling kirim salam.
Sementara para ahli tafsir menyatakan sekalipun bukan umur itu yang bertambah misalnya 60 tahun, karena sering silahturahmi meningkat menjadi 62 tahun, banyak sedekahnya menjadi 65 tahun. Kalau bukan umurnya yang bertambah, setidak-tidaknya berkah umur itu yang bertambah. Umurnya tetap tapi kualitas dari umur itu yang bertambah.

3. Ketiga : Rasul pernah ditanya, orang yang paling beruntung itu yang bagaimana? Rasul Menjawab :
Yang artinya : “Barang siapa yang keadaannya hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang beruntung”.
Kalau kita bandingkan dengan tahun kemarin, ilmu dan ibadahnya, dedikasinya, etos kerja, disiplin kerja meningkat, dan akhlaknya semakin baik, orang tersebut adalah orang yang beruntung. Dengan kata lain filsafat hidup Rasulullah yang ketiga adalah “Tiada hari tanpa peningkatan kualitas hidup”.
Pernyataan Rasul yang kedua :
Yang artinya: “Barangsiapa keadaan hidupnya pada hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang rugi”.
Jika amalnya, akhlaknya, ibadahnya, kedisplinannya dan dedikasinya tidak naik dan juga tidak turun maka orang tersebut termasuk orang yang merugi.
Sementara orang bertanya: Kenapa dikatakan rugi padahal segala-galanya tidak merosot? Bagaimana dikatakan tidak rugi, mata sudah bertambah kabur, uban sudah bertabu, giginya sudah pada gugur dan sudah lebih dekat dengan kubur, amalnya tidak juga bertambah, kualitas hidup tidak bertambah maka ia adalah rugi. Dan Rasul mengatakan selanjutnya :
Yang artinya : “Barangsiapa keadaan hidupnya pada hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka orang semacam itu dilaknat oleh Allah”.
Oleh karena itu pilihan kita tidak ada lain kecuali yang pertama, yakni tidak ada hari tanpa peningkatan kualitas hidup. Sebagai umat Islam, kedispilinan, dedikasi, kepandaian, kecerdasan, keterampilan harus kita tingkatkan, agar kita termasuk orang yang beruntung.

4. Keempat : Rasul pernah ditanya : ”Wahai Rasulullah! Suami dan isteri yang paling baik itu bagaimana? Rasul menjawab : “Suami yang paling baik adalah suami yang sikap dan ucapannya selalu lembut terhadap isterinya, tidak pernah bicara kasar, tidak pernah bersikap kasar, tidak pernah menyakiti perasaan isterinya, tetap menghormati dan menghargai isterinya.
Sebab ada sikap seorang suami yang suka mengungkit-ungkit segala kekurangan isterinya, sehingga dapat menyinggung perasaannya, yang demikian termasuk suami yang tidak baik biarpun keren dan uangnya banyak. Hakekatnya suami yang tidak baik yaitu suami yang kasar terhadap isterinya. Dan seorang laki-laki yang mulia ialah yang bisa memuliakan kaum wanita, tidak suka menyepelekan. Sampai-sampai Rasul masih membela kepada kaum wanita beberapa saat sebelum Beliau wafat. Beliau sempat berpesan: “Aku titipkan nasib kaum wanita kepadamu”. Diulangnya tiga kali. Karena kaum wanita kedudukannya serba lemah. Jadi kalau seoarang suami memiliki akhlak yang tidak baik maka penderitaan sang isteri luar biasa. Hal ini perlu kita ingat karena segala sukses yang dicapai oleh sang suami pada hakekatnya adalah karena andil sang isteri. Demikian juga andil isteri yang membantu mencarikan nafkah.

5. Kelima : Rasul pernah ditanya, ”Wahai Rasulullah! Orang yang benar itu yang bagaimana? Rasul menjawab,”Apabila dia berbuat salah segera bertaubat, kembali kepada jalan yang benar. Oleh karena itu para filosof mengatakan, ”Orang yang benar adalah bukan orang yang tak pernah melakukan kesalahan, tapi orang yang benar adalah mereka yang sanggup mengendalikan diri dari perbuatan yang terlarang dan bila terlanjur melakukannya, ia memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatan yang salah itu. Ibarat anak sekolah mengerjakan soal, kalau salah tidak jadi masalah, asal setelah dikoreksi tidak mengulangi kesalahannya. Sampai-sampai ada ungkapan yang tidak enak didengar tapi benar menurut tuntunan Islam, yaitu: Bekas maling itu lebih baik dari pada bekas santri. Kita tahu bahwa santri adalah orang yang taat beragama, sedangkan maling penjahat, pemerkosa, dan sebagainya tapi setelah bertaubat menjadi orang yang baik, kembali ke jalan yang benar. Orang yang demikian matinya menjadi khusnul khotimah. Memang yang ideal, orang yang baik itu dari muda sampai tua baik terus, tapi hal itu jarang.
Kesalahan yang sudah terlanjur, selama masih mau bertaubat tidak jadi masalah. Oleh karena itu, segala hukuman, seperti hukuman administrasi dalam kepegawaian, selalu didasarkan atas beberapa pertimbangan. Apakah kesalahannya tidak bisa ditolerir, apakah orang tersebut perlu diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya atau tidak. Apakah kesalahannya terpaksa atau karena kebodohannya? Maka berbagai pertimbangan perlu dilakukan sehingga ada kesempatan bagi orang tersebut untuk memperbaiki kesalahannya, agar dia bisa kembali menjadi orang yang baik. Nabi Muhammad SAW bersabda :
Yang artinya: “Walaupun engkau pernah melakukan kesalahan sehingga langit ini penuh dengan dosamu, asal saja kamu bertaubat, pasti akan terima oleh Allah”.

6. Keenam : Suka memberi. Sabda Nabi :
Yang artinya : “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”.
Orang yang suka memberi, martabatnya lebih terhormat daripada orang yang suka menerima. Allah berfirman :
Yang artinya : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.(QS. Al-Baqarah : 261)
Tidak ada orang yang suka sedekah, kemudian jatuh miskin. Umumnya yang jatuh miskin karena suka judi, togel, dan minuman keras. Dan resep kaya menurut Islam adalah kerja keras, hidup hemat, dan suka sedekah.

7. Ketujuh : Rasul pernah ditanya oleh para sahabat : ”Wahai Rasul! Si pulan itu orang yang luar biasa hebatnya. Dia selalu berada dalam masjid, siang malam melakukan shalat, puasa, I’tikaf, berdo’a. Kemudian Rasul bertanya kepada para sahabat, ”Apakah orang itu punya keluarga?” Sahabat menjawab, ”Punya Ya Rasul”. Kata Rasul : ”Orang tersebut adalah orang yang tidak baik!. Saya ini suka ibadah tapi disamping itu sebagai seorang suami, berusaha mencari nafkah. Sampai Rasul menyatakan : ” Tergolong tidak baik orang yang hanya mementingkan urusan ukhrawi tetapi melalaikan urusan dunia”.
Juga tidak benar orang yang hanya mementingkan urusan duniawi tapi melalaikan urusan ukhrawi. Yang paling baik adalah seimbang antara kepentingan duniawi dengan kepentingan ukhrowi dan tidak berat sebelah.

Oleh : Al-Ustadz Drs. Burhanuddin

Di sadur dari :http://nursyifa.hypermart.net/kisah_teladan/fisafat_hidup.html

Minggu, 01 Juli 2007

MAKAR...?/!@#

Kejadian yang berlangsung pada hari HARGANAS diambon,merupakan cerminan betapa lemahnya para aparat, dalam menyikapi keamanan dan stabilitas dalam ruang lingkup yang sangat kecil.dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwasannya dalam ruang lingkup yang kecil saja aparat kita bisa kecolongan,apalagi dalam cakupan yang luas.
Mungkin ini adalah simbol yang diberiakan Saudara Alex Manuhutu bahwasannya RMS masih berjaya dinegeri Ambon.sangat disayangkan disaat pemerintah berupaya mempertahankan kedaulatan rakyat, secara tidak lansung upaya makarpun terus berkelanjutan...
Selamat Buat RMS anda telah mengecoh para aparat keamanan...
Dan Salam buat Bapak-bapak keamanan,dimana kesiapannya...,jangan biarkan negeri tercinta ini dicekoki dengan orang-orang yang ingin memecahkan kita.,.....

Jejak Sang Petualang

mungkin telah begitu banyak hari yang ia lalui dan entah begitu berapa banyak pula tempat mejadi saksi langkah kakinya,.sesekali ia hanya mengeluh betapa fananya dunia ini dan entah sampai kapan ia haru s terus berjalan menuju kesempurnaan itu yang jelas hanya milik Sang Pencipta.....